Posts

Graduation #1

Image
Ceritanya cuma mau membandingkan saja. Graduation Junior High School and Graduation Senior High School. See the different? Right! The clothes :)) No more no less. Chubby. Cubit able. Anyway, Happy graduation! Next post awaiting.

17 April 2015 (2)

Hai Nor. Nora Fionna Humanika  n- nya double . Sudah hampir 6 tahun kita barengan. Sekalipun setelah ini, nggak akan benar-benar ketemu di Arsitektur. Well, saya masih ingat di hari wisuda SMP dan awalnya saya memilih jalan yang berbeda lalu sama-sama berjanji supaya bisa sama-sama bertemu di Fakultas Arsitektur UGM. Ternyata yang terjadi adalah kebalikannya, SMA-nya barengan, tapi kuliahnya yang beda. Jauh pula. Berjuang di jalan kita masing-masin. Mewujudkan salah satu mimpi kita buat sampai di Jepang. Jepang. Satu negara yang berhasil menjadi titik temu awal kita bertemu. Lama banget nggak nggambar bareng.  Lama buanget. Buanget. Kalaupun iya cuma di kelasnya Mas Fahmi. You are right . SMA benar-benar menyita waktu- mu :)) Bahkan hanya untuk sekedar megang pensil dan kertas. But when you do, you make the world stunned .Toh lulus dari SMA nanti aku yakin kamu bakal menghabiskan waktumu sama pensil, kertas, dan komplotan mereka. I can't wait to hear that from you . ...

17 April 2015 (1)

Hai Swas. Iya, 'swas' untuk 'Swastiana Eka Y' Sudah berapa lama kita mengenal? Satu tahun? Satu bulan? Dua tahun? Bagiku terasa seabad. Atau setidaknya itu yang kuharapkan hingga berabad nanti. Hai Swas, SKI Al-Khawarizmi yang mempertemukan kita. Pertemuan yang luar biasa. Dari hanya tahu, menjadi lebih tahu, lalu mengenal. Lucu. Hai, Swas, berapa kali senyummu pudar lalu terkembang lagi karenanya? Berapa kali tangismu tumpah lalu kau seka lagi? Berapa banyak, besar, cerita yang sudah kamu percayakan padaku? Seberapa besar kamu percaya padaku? Swas, terimakasih sudah percaya dan bahkan menjadikanku salah satu tempat singgahmu. Terimakasih sudah mempercayaiku. Terimakasih sudah menawarkan rumah untuk bernaung , menyodorkan bahu untuk bersandar, dan senyum terkembang yang selalu berhasil mengingatkanku bahwa aku tidak sendiri. --28 Oktober 2014

Kaki Kecil

Image
Senyum itu... Ketika aku pulang. Ketika aku pulang, entah dengan wajah sumringah atau wajah muram sekalipun, akan ada langkah-langkah kecil yang terdengar ketika aku memarkirkan motor di garasi rumah. Langkah-langkah itu terdengar menghentak lantai rumah begitu keras menandakan antusiasme si pemilik langkah itu. Seketika suara langkah itu terhenti sejenak dan berubah menjadi suara derit pintu. "Mbak Manni dah pulaaang." "Assalamu'alaikum," "Talaam." Pemilik langkah kaki itu selalu setia membukakan pintu setiap aku pulang, entah sore, entah malam. Ia juga yang selalu setia menjawab salamku. Tapi, "Mbaaak, mau saliiim!" Sambil menyantap sarapannya ia merengek pagi ini memanggil manggil namaku. "Fan, adeknya mau salim..." Ibu memandangku dengan masygul. "Salim jarak jauh ya" Kataku kemudian. "Nggak mau!" Belum berhenti pula rengekannya. Kalau ia baik-baik saja, aku yakin ia sudah menghambur ke...

Itu Peranmu!

Ketika kamu selalu peka. Ketika kamu selalu nepakke . Ketika kamu selalu seolah perhatian. Ketika kamu selalu memberi semangat kepada orang lain... Seakan kamu lupa untuk memberikan perhatian-perhatian kecil itu untuk dirimu sendiri. Kata guru seniku, Mas Fahmi, "Ngapain kamu temenmu kalau kamu sendiri aja enggak semangat." DYAR. Dan sangat salah ketika akhirnya kamu berharap akan ada orang yang melakukan hal yang sama untukmu seperti kamu memperlakukan orang lain.Karena cuma kamu, hanya kamu, yang bisa berbuat begitu. Karena itu peran -mu! Bukan peran siapa-siapa. Seperti tukang ledeng yang biasa memperbaiki ledeng milik seorang dokter dan suatu hari menginginkan ledeng rumahnya diperbaiki oleh dokter. Peran dan tugas si tukang ledenglah yang akan membenahi ledeng yang rusak. Well, dalam hal ini selalu ada dua kemungkinan: Pertama, memang tidak ada yang mau menggantikan peranmu Kedua, tidak ada yang bisa menggantikan peranmu Bukan berarti mereka tidak melakuk...
Image
"People do not change Their priority do."

Sesama Muslim Itu Bersaudara!

Image
"Segala hal harus dilakukan pakai hati, kecuali benci. Benci itu cukup di mulut aja, nggak usah pakai hati" Sesama muslim itu bersaudara.  Aku selalu kagum dengan statement dari kutipan hadist tersebut. Ya, yang namanya muslim itu bersaudara. Asal dia bersyahadat, mengaku ber-tuhan Allah, ber-nabi Muhammad SAW, beragama Islam, kenapa harus saling menebar kebencian? Tidak peduli hijabmu sudah sempurna maupun belum, tidak peduli organisasimu apa, asal mengaku Islam, dia pasti saudara. As simple as that . Kita boleh benci kemunafikannya, boleh benci perbuatannya sekarang, tapi jangan benci orangnya. Aku masih percaya, dalam setiap manusia sesungguhnya memiliki intisari kebaikan. Semua manusia itu diciptakan baik kok sama Allah. Ihsan . Terbaik. Karena Allah adalah Ahsanul Kholiqiin . Toh, tidak ada yang abadi di dunia ini.  Tidak ada musuh abadi. Pun Tidak ada teman abadi. Allah maha membolak-balikkan hati. Yang baik sekarang belum tentu baik besok. Itu makanya ke...