Entahlah, sedang ingin narsis :p
Btw, itu foto andalan co-card loh ehehehe. Dan well, kayaknya semua gaya foto saya sama deh -__-
Yah sudah lah, apa boleh buat?
Kenapa tulisanmu renggang? Karena aku butuh ruang. Aku butuh jeda. Selalu. Itu penyebab mengapa aku selalu cepat memberi tanda titik dan koma. Lebih karena aku membutuhkan jeda. Seperi sebuah kalimat, ia hanya akan menimbulkan makna hanya jika ia berjeda antar kata. Hari- hari ini juga mungkin aku hanya membutuhkan jeda. Hubungan kita juga, mungkin membutuhkan jeda. Agar kamu bisa bernapas dan berpikir sejenak. Mungkin terlalu melelahkan apabila bersama. Mungkin terlalu membosankan apabila dengan saya. The way I shut people out of my life . "Baik-baik saja, kan?" Tanya-nya suatu siang. Aku? Aku hendak menjawab panjang kali lebar betapa aku tidak baik-baik saja. Tapi berakhir dengan menghapus semua kalimat huruf yang sudah kuketik dan menggantinya dengan susunan huruf-huruf yang baru. Tebak apa bacanya? "Im totally fineee! :)" See? You won't be able to see it through the statement. Kalimat itu terlalu normal dan baik-baik saja untuk membua...
Nah, dipostingan hari yang nanggung begini, saya akhiri writing challenge project -nya :) Pertama, karena menag sudah terlampaui lama vacuum dan kedua, memang Ramadhannya sudah selesai sejak dulu kala. Anyway, dari writting challenge ini saya belajar banyak untuk memastikan otak saya terus bekerja dalam merangkai kata. Hasilnya lumayan. Dapat banyak informasi baru (disela-sela browsing), dan plus paling tidak kemampuan menulis saya enggak berkuranglah. Meskipun bertambah juga enggak. Selain itu dengan menulis, well , bisa dilihat sendiri, bisa jadi pengingat kita ketika lupa. Writing Challenge kali ini memang dipersembahkan khusus untuk diri saya sendiri sebagai refleksi dan pegingat ketika suatu hari nanti saya lupa diri, semacam catatan untuk diri saya sendiri. Karenanya, postingan-postingan selanjutnya akan lepas dari label writing challenge . Wassalamu'alaikum.
Mungkin memang perlu yang namanya revolusi sebagai bentuk perubahan. Sudah saatnya beranjak dari pijakan diri selama ini. Karena lingkunganku tidak berubah, yang punya kewajiban untuk mengubah dirimu adalah kamu. Sudah tidak bisa kamu berlindung dibalik cangkangmu yang sudah lapuk itu. Sudah ssatnya kamu mencari cangkang baru sebagai rumah untuk dirimu yang rapuh dan ringkih. Taken from here
Comments
Post a Comment