Menulis adalah Sebuah Penyembuhan
"Kalau kamu nggak berharap lebih. Ya kamu nggak akan kecewa. Jadi, kenapa kamu harua berharap lebih? Bermimpi muluk. Berencana tinggi? But in fact you are even unable to keep up with those troubles ? Udahlah Ir. Nggak usah muluk. Realistis aja. Jalanin aja sesederhana itu. Nggak usah sok dimaknain gimana gimana. Toh hidup itu nyatanya sederhana saja. Yang membuat jadi gimana gimana itu karena tafsirannya. Lakuin aja apa yang kamu bisa. Toh semaksimalnya kamu ngelakuin, nggak ada juga yang tertarik sama cerita kamu. Lakuin aja. Tapi nggak usah berharap bakal dihargai atau diapresiasi. Please Ir. Nggak perlu. Dan kamu sendiri juga tahu kalau nggak akan ada yang mengapresiasi. Jadi, just keep your good work. In silence. Meskipun aku tahu sebenarnya. Deep down in your heart. You really wanted to... be picked by someone. Somebody. That you don't need to make extra effort to tell them that you are doing good. Tapi, Ir, tentu aja nggak ada yang akan mengapresiasi kamu because ...