Posts

Mencintai dan Dicintai Itu Tidak Pernah Mudah

Maka mencintai tidak pernah mudah. Dua kata kerja itu bukan kata kerja yang mudah. Bahkan peluh pun tiada banding dengan betapa sulitnya melakukan kerja mendintai dan dicintai. Kiriman ini sebenarnya adalah versi asli kepingan ide dari karya tulis semi resensi yang dikumpulkan sebagai tugas LK 3 BEM KMFA Kabinet Antusias Berkarya. Kepingan ide yang awalnya hanya berdasar dan berlandaskan pada naluri dan pencitraan indera, murni opini dan asumsi pribadi atas fenomena alam yang terjadi di sekitar saya. Dari seseorang, dan dua pasang kawan, saya belajar bahwa nyatanya mencintai dan dicintai itu tidak pernah mudah. Awalnya ide saya ini begitu dangkal dan sempit terinspirasi dari hubungan antara keempat teman saya yang saya sebutkan sebelumnya. Dan ya, tidak se- brilliant  dan semuluk apa yang saya paparkan pada tulisan yang saya kumpulkan sebagai tugas, ide yang muncul awalnya begitu kecil dan sederhana. Begitu rendah dan bisa jadi hina tidak bermakna. Mana ada ya, orang yang ...

Mencintai? [original version]

Mencintai itu menurut Abraham Maslow adalah menciptakan kesenangan, kegembiraan, keceriaan, perasaan sejahtera dan kenikmatan. Tapi beda lagi menurut Erich Fromm. Bagi Fromm, cinta mencakup tanggung jawab, perhatian, rasa hormat dan pengetahuan, serta hasrat agar sahabat kita tumbuh dan berkembang. Aduhai, berat benar penjabaran, Fromm, cinta meminta, memaksa, menuntut banyak dari seorang insan. Lantas mencintai yang seperti apa. Mencintai tidak pernah mudah. Tidak pernah. Meskipun tidak selalu rumit. Terkadang bisa jadi ia sangat sederhana. Akan tetapi mencintai dan dicintai tidak pernah mudah. Ketika kau mencintai kau akan dituntut untuk menjaga perasaan cintamu agar terus berkobar tak padam meski waktu berganti sedangkan sebagai gantinya ketika kau dicintai kau akan dituntut untuk mencintai balik. Rumit bukan? Sesekali kau akan saling menarik ulur manakala kau mencintai dan dicintai. Perkaranya mudah saja jika kemudian tidak ada cinta. Lepaskan, tinggalkan, ikhlaskan. Tetapi semuany...

Pewean

Image
Doc. Pribadi Btw pewean adalah tempat hangout anak-anak hitz Padma pada zamannya. Dan berhubung saya bukan anak hitz jarang sekali saya bisa merasakan pewenya pewean. Hehe. Makanya senang aja gitu bisa merasakan pewenya pewean. Sesekali. Tempatnya sejuk, silir banget. So windy . Apalagi kalau menikmatinya bersama orang tersayang. Eak. Orang tersayang apa orang-orang tersayang? Kalau buat saya mah people always means people  yang berarti jamak. Jadi, sans aja. Orang tersayang juga palingan itu-itu aja kok. Don't worry be happy, gaess . Anyway , soal foto di pewean ini, kenapa yang paling absurd yang diambil? (yang absurd cuma di saya nya aja sih.) Nggak ada alasan khusus juga sih. Jadi nggak perlu dijelasin. Tapi kalau kamu bertanya kenapa tiba-tiba posting ini? Karena... ingin. Ingin bertemu kamu. Eak. Aduh kenapa sih ini makin ngelindur. Ah iya. Soalnya lagi demam, Nggak enak badan. Sampai nggak enak hati juga. Ladalah. Mungkin nggak enak pikiran juga akhirnya yan...

Confess

I confess. I feel so alone. I hear silent in the crowd. I see darkness under the sun. I am alone. All alone. Forever and after alone.

I love my self?

Menjadi umat beragama sekaligus kaum mayoritas itu gampang-gampang susah. Susah-susah gampang. Apalagi dengan isu akhir-akhir ini yang amat ramai, sengit diperbincangkan. Meski mungkin jauh lebih tepat istilah diperdebatkan. Semakin kemari, semakin elok saja perbincangannya. Semakin hilang fokus akan akar masalah awal mengapa isu perdebatan ini muncul. Kaburlah ia menjadi asa yang akhirnya hanya membutakan, membuat bingung, hilang arah orang-orang yang memperdebatkannya. Lebih-lebihnya lagi, semakin kemari, kasihan betul adik-adik saya, teman-teman saya, rekan, sahabat saya, yang nyatanya makin takut untuk mengakui agamanya. Makin enggan berbangga atas agamanya. Memilih melipat rapi lalu menyimpannya dalam saku, atau parahnya membuangnya jauh-jauh dan berpura-pura tidak mengenalnya, atau mungkin jauh lebih mengerikan lagi, ia membuangnya ke depan muka lalu mencacinya dan meludahinya. Takut disangka tidak bertoleransi, takut dikira teroris, takut dicap tidak cinta damai. Well, ...

Bangku Cadangan: Filler Binder Katanya? [Bagian 2]

Image
Taken from  here. Kamu tahu apa itu filler binder ? Filler -pengisi. Binder -pengikat. Penggisi sekaligus pengikat. Dalam pembuatan sediaan farmasi, khususnya tablet, kita akan membutuhkan filler binder  ditambahkan sekenanya seperlunya dalam pembuatan tablet. Sesuai fungsinya sebagai bahan tambahan, filler binder ya sebagai pengisi dan pengikat. Pengisi ruang-ruang kekosongan. Hanya ditambahkan apabila perlu. Pun jika tidak mengapa. Ah. Apa iya? Bila mana seseorang yang begitu kerennya,begitu lihainya, begitu mahirnya, begitu ahlinya merasa bahwadirinya hanya filler binder . Filler binder  katanya?! Rasanya ingin sekali mendorongnya ke sudut dinding lalu meneriakinya, 'What do you mean ? Heh, kau ini sudah terlahir keren, sempurna, mahir dan ahli, bisa-bisanya mengatakan dirimu filler binder ? Tega betul kamu bilang begitu. Tahu apa kamu tentang filler binder ? Sedangkan keberadaanmu selalu dicari dan dibutuhkan selalu. Dan sekarang kamu berteriak-teriak kera...

Bangku Cadangan [bagian 1]

Image
Taken from  here Suatu hari ketika sedang wawancara sebuah BSO, tiba-tiba saya menjadi sangat emosional. Apa yang terjadi? Si mbak pewawancara bertanya pada saya, "Tolong ceritakan apa keahlianmu." Saya berpikir sejenak. Kalau si Mbak bertanya seputar kelebihan kekurangan, saya masih bisa menjawab. Kali ini si Mbak bertanya mengenai keahlian. Memang selama ini saya ahli di bidang apa? Saya bisa menulis, cerpen, esai, puisi, artikel, saya bisa. Saya bisa menggambar, sketsa wajah, bangunan, bermain warna cat air, mendesain dengan corel draw, saya bisa. Saya bisa berbicara di depan umum, mempresentasikan sesuatu, memotivasi, saya bisa. Saya bisa menjadi pendengar yang baik, duduk diam dan menanggapi, saya bisa. Saya bisa memainkan alat musik, memainkan sedikit lagu dengan keyboard, mengingat dan mencari not, saya bisa. Saya bisa melakukan banyak hal yang bisa dikategorikan dalam suatu keahlian. Bisa. Tapi saya tidak pernah ahli. Saya tidak pernah menjadi yang paling. S...