Posts

Why Finish? Not Perfect?

Image
Doc. pribadi Bukan berarti mengutamakan poin sempurna itu salah. Bahkan ketika mengutamakan poin sempurna artinya kamu fight  berusaha mati-matian untuk mengusahakan untuk the best of the best . Masalahnya manusia tidak luput dari ketidaksempurnaan. Masalahnya, tidak banyak artinya sesuatu yang sempurna tetapi tidak selesai. Ah. Sebenarnya, selesai sendiri adalah kriteria dari sempurna. Tidak sempurnalah iman seorang muslim jika dari tangan dan lisannya masih melukai muslim yang lain. Tidak sempurnalah suatu hal jika ia tidak menyelesaikannya. Oke itu nggak nyambung . Agak maksa . Tidak akan sempurna kalau belum selesai. Makanya, lebih dari apapun, usahakan apa yang kamu kerjakan itu selesai. Percuma kamu membuatnya sempurna, merencanakan dengan sempurna, kalau pun toh nyatanya itu tidak selesai. Percuma. Menyia-nyiakan usaha. Nah makanya. Dimulailah proyek ini. Finish not perfect . Rencananya sederhana, menyelesaikan semua karya setengah jalan yang sudah saya garap berab...

Now and Then

Image
Yep.  It's now and then . Late post memang. Proyek lebaran lalu. Tapi belum sempat naik cetak karena keadaan yang kurang memungkinkan.  Terus terupdate karena person  in frame  nya juga terus tumbuh.  We grown up . Postingan intermezzo karena semakin sibuk dengan jadwal kuliah dan praktikum. Akan jarang menulis di blog kecuali pada saat-saat selo tertentu saja. Atau memang ada materi yang perlu dibagi. Yey.  Congkak kali. Enggak congkak. Hanya mengabarkan. Mungkin akan lebih update dari instagram. Mau memulai proyek yang baru. Namanya ' Finish NOT Perfect '. Harus dimulai sekarang dan tentunya diselesaikan. Supaya nggak hanya jadi wacana :) Sementara latihan di situ dulu. Bye bye.   Doc. pribadi

Monkey Mind

Image
Hmm. Jadi, ceritanya adalah tidak fokus. Atau biasa disebut monkey mind . Adalah keadaan dimana kamu bisa memikirkan banyak hal jumping from one to another  tanpa kamu kendalikan. Bahasa simpelnya, kamu nggak fokus. Doc. google taken from  here Iya. Seperti saya ini. Kadang tidak fokus. Sebenarnya seriously  itu menganggu. Ketika kamu sedang menyetir, hendak ke suatu tempat, tapi tiba-tiba sudah sampai aja. Mending sampai. Kalau di tengah jalan terus tetiba kamu kepikiran plot atau alur cerita lalu... kamu harus menuangkannya, kamu membuat rencana dan cetak biru di kepalamu, lalu seketika kamu salah jalan dan lupa, tadi tujuanmu mau kemana. Duh. Atau ketika otakmu sedang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah di hadapanmu, dia malah lari-lari main-main memikirkan masalah nun di jauh sana. Lebih-lebihnya sudah capek si otak tadi lari-lari, berpikir, merancang rencana, kalau nggak ditulis, maka wooosh . Hilang. Lupa. Tapi jangan panik. Jangan mensugesti diri kamu ...

Negara Patriarchy

Saya bukan pendukung feminisme. Saya hanya tidak suka gagasan negara patriarchy , dimana ketika laki-laki yang bersalah maka kami kaum perempuanlah yang berdosa. Saya bukan pendukung feminisme. Saya dulunya mengharapkan saya terlahir sebagai seorang laki-laki. Bukan karena saya memang benar ingin. Bukan pula karena orientasi seks atau semacamnya. Tapi bagi saya, di mata saya, menjadi laki-laki selalu menyenangkan. Kalian. Kaum laki-laki harusnya bersyukur. Kebaikan sekelumit yang dilakukan laki-laki selalu bernilai luar biasa besar di mata sosial. Laki-laki, tidak bisa memasak, tidak rapi, ugal-ugalan, berkata kasar, acuh tak acuh, adalah hal biasa, dan hal tersebut tetap terlihat keren. Bukan merupakan suatu kesalahan. Tapi laki-laki bisa memasak, rapi, sopan, ramah, dan baik hati? Perfecto . Pun sama di kancah pemerintahan, politik, kepemimpinan, laki-laki selalu bernilai lebih. Lebih netral, lebih logis. Lebih bisa diterima kaum manapun. Saya tidak menafikkan bahwa hal terse...

Kejar, Lari, Ambil! [Bagian 2]

Postingan sebelumnya:  Kejar, Lari, Ambil! [Bagian 1] Tidak lama dari penutupan registrasi beasiswa tersebut, peserta yang lolos tahap seleksi satu diumumkan. Lantas saya bertemu kembali dengan senior saya itu. Saya mengabarkan bahwa hari ini adalah hari pengumumannya. Lantas si senior bertanya, pertanyaannya mengiris hati, menampar batin. Serius.  Nggak bohong . "Iya hari ini pengumumannya. Tadi aku membaca, tapi aku tidak menemukan namamu di situ. Apakah aku salah membaca? Atau..." Pertanyaan menggantung itu seketika menghunjam jantungku. Tsaah. Serius. Waktu mendengar itu, sakitnya bukan main. Tertohok yang benar-benar tertohok. Di kepala saya waktu itu sudah ada ilustrasi panah yang tiba-tiba menusuk entah dari mana tepat di jantung saya.

Kejar, Lari, Ambil! [Bagian 1]

Huft. Keren ya. Kalian tuh. Bikin ngiri. Astaghfirullah. Aku mah apa? Remah rengginang aja nggak level :( Hmm, jadi begini alur ceritanya. Suatu hari yang cerah, 'Eh halo. Sekarang kelas berapa?' Oh c'mon . Aku nggak terlihat sechubby dan se-imut itu sampai setiap bertemu dengan orang pertanyaan yang pertama kali terlontar adalah ' kelas berapa ' bukan ' studi di mana ' atau ' ambil prodi apa ' atau'  kuliah dimana ' atau yang lebih konkret lagi, ' semester berapa ' . 'Kuliah, mbak.' 'Kuliah, pak.' 'Kuliah, tan.' 'Kuliah, oom.' 'Oh. Haha. Maaf maaf.' 'Oh, kamu suka nggambar . Kok nggak masuk FSRD aja ? Atau arsi?'

Kenapa anak Advo?

Image
Kamu anak departemen advo? Kamu bercanda, ya? Bercanda? Mungkin.  Tapi saya tidak sedang bercanda. Iya. Sudah biasa. Adalah pertanyaan pertama yang terlontar ketika saya menjawab pertanyaan ' Kamu di BEM departemen apa? ' adalah pertanyaan yang sering saya dengar setelah pertanyaan, ' Sekarang kelas berapa? '  Sudah kebal.  Anyway, saya juga tudak pernah mengerti apa yang terjadi dan berkembang di masyarakat mengenai saya.  How social defined me .  They don;t know who I am, but they judge me less than a sec .  But hey, that's how social works . Apa yang salah dengan menjadi alumni Padmanaba yang senang menggunakan pakaian semi syar'i -kalau tidak bisa dibilang syar'i- dan senang mengaji? Apa yang salah dengan muslimah berjilbab yang tahu lagu simple plan? Apa yang salah dengan muslimah berjilbab menyampaikan aspirasinya dan berkontemplasi mengenai alam? Men tadabbur i makhluk ciptaan Allah? Men tafakur i fenomena sosial yang terjadi di...