Posts

10 days left...

Hello blog, I come back. Sudah ramadhan ya? :)) Alhamdulillah sudah 20 hari. Sudah ngapain aja 20 hari itu? Buber? Pasti Sudah punya target apa saja? salah . Sudah menyelesaikan target apa aja? Nah ! Target bulan ini adalah: Khatam sekali, hafal surat Ar-Rahman, dan nambah shalat rawatib minimal 1 kali sehari. Kelihatannya simple, tapi, ngejalaninnya, subhanallah. Mungkin karena sifat malasku masih sering kambuh... Ziiing. Yang jelas sih, harus memaksimalkan lagi 10 hari kedepan.WHAT?! 10 HARI?   oke aku baru sadar waktu nulis ini bahwa waktu Ramadhannya tinggal 10 hari . Bismillah.
Janganlah bersedih hati untuk hal- hal sepele, galau karena hal-hal kecil, resah, banyak pikiran. ayolah, tetap berpikiran positif. karena kalaupun kita merasa kita ini tidak penting, tidak diingat orang lagi, tidak diperhatikan, sesungguhnya kita selalu penting dan adalah semesta kehidupan bagi orang tua kita, bagi kakak-adik kita, bagi teman-teman terbaik kita. --tere liye

Kamu Nggak Takut?

Kamu nggak takut kalau nantinya dibilang Alim? Aku nggak takut dengan kata-kata itu. Udah terlalu terbiasa dikatain begitu .__. Tapi aku takut malah tujuan kita nggak berhasil karena kita dan mereka saling menutup diri. Kamu nggak takut? Aku takut kalau kemudian akhirnya terpublikasi kemudian, ada hati yang tersakiti. Ah, memang kenapa? So keep positive thinking saja lah :) Biasa aja kan ya. Aku.. ya aku. Ya, selalu begitu kok. Tidak ada yang berubah.
Image
Oke, entah itu foto jaman kapan, itu foto untuk KIIP Inspiring 2013 :) That was a.. beautiful moment though. Oh iya, sekalian menyambung KIIP, menyinggung soal da'wah sebentar. Dikit doang sih, ada yang agak menggelitik pikiranku soalnya; Begini, da'wah yang sering aku jumpai adalah tipe mengajak dan judgement. Kemudian aku membaca sebuah buku yang dipinjamkan mbak Bilkis bahwa ternyata da'wah itu tidak berarti harus dengan judgement. Malah, da'wah fardhiyah itu mestinya dilakukan dengan cara bertahap dan penuh dengan keikhlasan. Meskipun.. bukan berarti da'wah tipe judgement adalah cara yang salah. Hanya saja, kurang tepat diterapkan pada beberapa tipe manusia ( kayak ngomongin prototype robot aja ) Yah, berati seperti halnya jawaban paling diplomastis di selurut jagad raya; Semua kembali pada pribadi masing-masing :)) Btw, adakah statement lain yang dapat membantah statement diplomatis defensif di seluruh jagad raya itu? Hem, bisa dibahas juga nih...

Headbanging

Bagaimana bisa orang lain percaya pada kemampuanku sedang aku sendiri tidak? Banyak hal yang seharusnya kubagikan. Entah karena terlalu menyakitkan halah alay atau memang pada dasarnya terlalu malas untuk menuliskannya. Atau.. karena memang tidak pernah punya kesempatan untuk menuliskannya?  Begini, beberapa hari terakhir segalanya campur aduk. Dari surat Ali-Imran 101, Surat Muhammad 7,  sampai surat At-Taubah 40 semuanya campur aduk menjadi dasarku berganti-ganti setiap harinya. Mengapa? Yah, search sendiri dulu apa isi surat itu. Mungkin dengan begitu kalian akan mengerti apa yang sesungguhnya terjadi. Aku manusia. Iya, serius manusia, manusia biasa yang bahkan sangat tidak ada apa-apa-nya tanpa bantuan Allah. Sangat tidak ada apa-apanya. Cuma satu tempat bergantung. Allah. No more no less. Lalu apa salah manusia kecil ini hingga terus menjalani ujian yang sama? Melawan diri sendiri. Mencoba mempertahankan diri dan relasi. Percaya diri sekali kamu hai manusia, ba...
Kebencian adalah Rasa Cinta yang dikecewakan Karena sesungguhnya, tidaklah pernah Tuhan menciptakan rasa benci

Let it Go

Image
Dokumentasi oleh Humas Padmanaba Yeah, let it go. Setelah pengumuman hasil SNMPTN, oke, sekolah memang terlihat lengang, hening. Ya lha wong kelas 12 sudah pada libur.. Nggak heran lah. Tapi sebenarnya, enggak benar-benar hening,sih. Ya gimana hening? Kalau -entah bagaimana dengan kakak-kakak kelas 11 a.k.a. Padmanaba 69- adik kelas mereka kakak-kakak Padmanaba 68, teman-teman saya, Padmanaba 70 sudah mulai ribut akan kelulusan mereka. Memang agak absurd, orang yang mau lulusan kakak-kakak Padmanaba 68, tapi ini adik-adiknya ikutan senam jantung. Wes, super absurd tho? Dan setelah mengetahui hasilnya, si adik-adik kelas yang labil ini ikutan lega. Turut bahagia, bersyukur kepada Allah, Tuhan yang Maha-esa. Tapi kehebohan berganti pada topik: Takut kehilangan. Alay. Tapi, mau gimana? Kakak-kakak Padmanaba 68 memang patut dirindukan. Yang selama ini memberi contoh, nasehat, canda, tawa, warna, dalam langkah awal kami berada di sekolah ini. Dan ironisnya, tidak lama ...